^^Welcome to this Blog^^
Hope You can Enjoy it...
Thanks...

Saturday, February 5, 2011

Just Writing : Niat, bagaimana melandasinya?

Aim high! Pictures, Images and Photos
Aim high! Image credit by christopherchan
Mungkin posting ini agak melenceng dari tema blog. Haha :D biarlah.
But I want to write about this. Hmmm... dunno...
May be because lately I annoyed about something. About 'aim' atau niat.
Setiap orang pasti mempunyai niat kalau mau melakukan sesuatu entah itu niatnya baik atau buruk.Yah sekarang yang mau dibicarakan adalah niatnya itu.

Beberapa teman mengganggu saya dengan hal yang akan saya lakukan, yah halusnya sih menyindir. About something that I get.
Sebenarnya niat saya melakukan 'itu' benar-benar ikhlas, itu adalah salah satu karunia yang diberikan Alloh SWT pada saya. Saya benar-benar bersyukur setelah apa yang terjadi pada saya sepuluh bulan yang lalu. Hal yang sempat membuat saya 'tumbang' dan hampir patah semangat. Berusaha pula melandaskan niat melakukan hal itu karena Alloh SWT walau pun agak susah namun pasti bisa karena semua hal yang diniati karena Alloh SWT, insya Alloh ridho dan rahmat-Nya pasti selalu menyertai kita.

Yah, mari kembali ke topik. Sebenarnya saya juga agak terganggu dengan beberapa perbincangan atau pun tulisan orang. Saya juga memakluminya karena itu adalah pemikiran orang dan saya tak akan memaksakan pemikiran saya yang mungkin dipikir orang yang 'sok suci'. Haha :D tak apalah.

Ada beberapa orang yang saya temui selama ini melandaskan niatnya itu hmmm gimana ya... yah about money. They aim that because if they succesfully do that, can get money or something. Their aim is about to get money. To draw much money. Because if we can get much money, we can get more happiness. Hontou ni? Really? I still thinking about that. Are money can give us happiness?

Saya memang mengakui kalau mau hidup memang butuh uang. Akan tetapi uang bukan segalanya. Sudah saatnya memperbaiki our aim. Kembali pada Sang Pencipta karena Ia lah Dzat dari segalanya. Banyak contoh dari niat yang kurang baik seperti itu tidak membuahkan kebahagiaan. Yah contohnya dari cerita teman saya mengenai perjalanan hidup salah satu dosen yang saya kagumi. Pada awalnya beliau bekerja dengan gaji yang 'wow' di sebuah perusahaan. Namun beliau harus terpisah dari keluarganya, hmmm memang agak sulit membina keluarga dengan hubungan jarak jauh. Akhirnya beliau memutuskan untuk pindah kerja menjadi seorang dosen. Bisa dibayangkan gaji seorang dosen baru sangat jauh dari gaji beliau ketika bekerja di perusahaan namun beliau merasa dengan gaji seperti itu sudah cukup. Karena kebahagiaan bersama keluarganya tak dapat tergantikan. Beliau bisa berkumpul dengan istri dan putra-putranya. 

Contoh lain, pasti kenal dengan Mark Zuckerberg. Pendiri Facebook, salah satu social networking terbesar di dunia. Awal tahun kemarin santer berita mengenai penutupan Facebook. Saya tertarik dengan salah satu kata-kata Mark, dia mengatakan dia tidak peduli lagi dengan uang atau pun segalanya. Dia hanya ingin hidupnya kembali. Ini merupakan bukti lain bahwa aim to get money is nothing. Mark tidak mendapat kebahagiaan walau bergelimang harta di usia muda. Banyak pula kasus lain di mana para milyader dunia, mereka mempunyai banyak uang akan tetapi apakah hidup mereka bahagia? Tidak. Hidup mereka hancur, mereka kehilangan keluarga dan orang-orang terdekat. Dan pada akhirnya mereka mati dalam kesendirian. 

Jika niat itu dilandasi karena Alloh, pasti semua akan terasa ringan dan pasti bantuan dariNya akan selalu ada.
Rasanya jika kita melakukan sesuatu dengan niat seperti itu terasa sangat nyaman dan enak. So think once again. Where is and to whom our aim?



Saturday, January 29, 2011

Sepertinya Agensi Entertainment Korea Harus Banyak Belajar dari Agensi Entertainment Jepang

dbsk Pictures, Images and Photos
dbsk. Image credit by Popo1988
Mungkin sudah banyak yang tahu mengenai kasus personil Dong Bang Shin Ki (DBSK) atau Tohoshinki (TVXQ). Di mana ketiga personilnya melayangkan tuntutan pada agensinya, SM Entertainment, karena permasalahan kontrak mereka selama 13 tahun serta adanya "slave contract". Ketiga personil yang melayangkan tuntutan adalah Junsu, Jejung dan Yuchun. Mereka bertiga menuntut haknya untuk dihargai di perusahaan dan juga masalah honor mereka. Bukan hanya personil TVXQ tapi hal ini juga terjadi pada KARA.

Kemunculan isu "slave contract" ini menyita perhatian banyak pihak baik yang berada di Korea maupun di dunia. Di sini saya tidak akan membahas permasalahan TVXQ secara mendetail karena akan sangat panjang. Hal yang saya soroti di sini adalah bagaimana agensi-agensi Korea harus belajar dari agensi Jepang. Permasalahan kontrak seperti ini jarang ditemui di Jepang. Di Jepang sendiri malah banyak artis yang tetap bertahan selama bertahun-tahun di agensi yang sama, contohnya SMAP yang tetap bertahan selama 20 tahun.

Agensi Jepang mempunyai bumbu khusus untuk me-manage artisnya. Salah satunya adalah kontrak yang adil dan rasional sehingga akan terjalin hubungan antara perusahaan dan si artis. Seorang perwakilan dari sebuah perusahaan majalah yang mempunyai afiliasi dengan lima perusahaan besar entertainment di sana mengatakan bahwa kontrak tiap artis di Jepang hanya berlaku selama satu sampai dua tahun. Tidak ditemukan kontrak hingga bertahun-tahun, sistem di sana adalah sistem kontrak tahunan.

Selain itu untuk mempererat hubungan dengan si artis, agensi menerapkan sistem based off personal insentives. Jadi si artis baik yang solo ataupun dalam grup apabila mereka memperoleh popularitas dan memperoleh solid profit selama masa kontrak maka perusahaan akan menaikkan gaji mereka di tahun berikutnya. Sehingga para artis akan bersemangat untuk bekerja. Metode lain yang digunakan adalah monthly pay schedule, di mana sistem ini digunakan kalau si artis itu kurang populer dengan memberikan gaji yang cukup untuk kebutuhan hidup mereka. Kedua metode ini digunakan untuk memperkuat hubungan perusahaan dan artis.

Satu ciri khas dari agensi entertainment Jepang adalah human relationship antara perusahaan dengan artisnya. Agensi menganggap celebrity bukan sebagai items atupun produk melainkan me-manage mereka dengan equal understanding dan membangun hubungan sebagai human being. 


Namun bukan berarti kasus artis meninggalkan perusahaan tidak ada di sana. Ada beberapa kasus di mana artis meninggalkan perusahaan akan tetapi alasan mereka meninggalkan perusahaan bukan karena perbedaan opini antara perusahaan dan artis, akan tetapi karena si artis tersebut merasa dirinya tidak mencapai popularitas yang diinginkan di bawah manajemen perusahaan. Ada juga banyak kasus di mana  untuk mendapatkan ketenaran yang lebih mereka meninggalkan perusahaan, seperti mantan aktor Masahiro Motoki (pemenang Academy Award 2009 untuk Okuribito).

Untuk kasus JYJ, ini adalah pertama kalinya sebuah grup diblokir dari program public music oleh kekuatan ex-company mereka karena melarikan diri dari perusahaan.  Sampai saat ini pun JYJ belum dapat tampil di acara TV nasional Korea dan bahkan tak dapat mempromosikan single mereka secara langsung. Semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran banyak pihak di seluruh dunia untuk dapat mengembangkan relationship yang lebih baik dengan para artisnya.
JYJ Pictures, Images and Photos
Trio yang keluar dari TVXQ membentuk formasi baru dengan nama JYJ. (JYJ. Image credit by raindasy)
20110113 tvxq holds a revealing press conference Pictures, Images and Photos
Tohoshinki yang tinggal berdua saja. (20110113 tvxq holds a revealing press conference. Image credit by asiaworld2011)

Sumber : http://www.allkpop.com/2011/01/what-could-korean-entertainment-agencies-learn-from-their-japanese-counterparts
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...